Udah deh jangan "Bohong" lagi ya..

Hai,, hai...
Assalamu'alaikum wr. wb,

   
Tulisan kali ini lebih tepatnya dikatakan sebagai curhatan, hehe...
    Tepat kurang lebih bulan oktober 2019, aku kenal sama seorang baru yang emang orang ini belum pernah aku kenal sebelumnya, cuman ya aku udah pernah denger namanya karena emang si orang ini adek kelasnya temen aku. Sebut aja namanya si "Vn". Jadi, orang yang baru aku kenal nih cewek. So, kalian gak usah suudzon terlbeih dahulu, wkwk..
    Singkat cerita, aku kenal sama si Vn ini ya gegara ada suatu kejadian yang "kurang mengenakkan" pada bulan itu. Bisa dibilang adanya penghianatan yang dilakuin seseorang ke aku ama si Vn, cuman aku juga kurang tau pasti ya, pokok intinya antara mereka berdua itu ada hubungannyalah, cuman emang ruginya di aku. Nah, langsung aja ke ceritanya si Vn ini ya, soalnya kalo yang tentang orang yang "berhianat" itu gak usah di ceritainlah, kelam deh pokoknya.. hwaa..wkwk. Aku sama si Vn ini gak kenal secara tatap muka alias langsung, kita kenal via daring jadi emang belum pernah ketemu gitu. Kita ngobrolin masalah kita awalnya, terus akhirnya aku nanya-nanya deh tentang kehidupannya dialah, ya sebenernya perntanyaannya mah standar aja, seputaran kuliah dimana? kost apa asrama? jurusan apa? standar- standar aja, karena emang waktu itu dia seusia maba 2019. Trus si Vn nih jawab kalo dia kuliah jurusan kedokteran di U*NSA, dan dia bilang juga enggk ngekost alias mondok gitu (pondok mahasiswa). Aku percaya aja ya, karena pas aku tanyain katanya si jurusan kedok di univ itu baru, karena baru buka pendaftarannya di tahun itu (katanya). Btw, sebelumnya, aku pernah tes di univ itu, bukan tes masuk situ sih tapi sejenis tes beasiswa dari suatu kementrian cuman emang tempatnya di uinv itu, dan aku tesnya pas tahun 2018 so, aku lumayan ngertilah seluk beluk univ itu dan emang banyak juga kating dan temen angkatan pesantren aku yang lanjut di univ itu. Tapi, gak tau kenapa lama kelamaan ada hasrat "kepo" dalam diri aku, lebih tepatnya si aku kepo ke jurusan dia, bukan ke dianya. Akhirnya aku searching di google tentang informasi jurusan ini di univ ini, than aku gak nemu infonya sama sekali, disana cuman tertera rencana pembangunan dan belum ada kata- kata yang menyatakan kalo emang udah ada jurusan itu di univ itu. So, akhirnya untuk memperjelas aku tanya dong ke temen aku yang notabene kuliah disono, aku tanya tentang keberadaan jurusan itu dan as you know, what she said? dia jawab kalo gak ada jurusan itu dan emang bener kalo masih rencana. So... berarti si Vn ini kuliah dimanee?
    Sampai di sekitar penghujung semester ganjil, posisinya pas waktu itu udah libur semester univ aku cuman akunya lagi ada acara organisasi, so nelat gitu aku pulkamnya. Nah, pas waktu itu juga si Vn nih bikin sw, foto banyak orang lah di depan univ itu dengan caption about holiday gitu. Anehnya, nih foto kayaknya aku kenal banget, serasa de javu gitu. Awalnya aku biarin aja ya, tapi di sisi lain aku nanya ke temenku yang di univ itu dan dia bilang kalo ya emang unvinya udah mulai libur tapi kayak gak semua jurusan gitu jadi, belum libur nasional univ gitu. Paham kan ya maksud aku?. Abis itu, aku iseng aja repost storynya di sw aku, than ada temenku yang ngereply, intinya si temen aku bilang itu foto angkatan dia di sbeuah bimbel buat kuliah ke timur tengah. So, speechless dong aku baca chat temen aku. Akhirnya aku bales deh sw annya si Vn, dan dia baru jujur ke aku kalo emang sebenernya dia gak kuliah kedokteran di univ itu, dia bilang kalo dia lagi ngejalanin bimbel di tempat yang sama dengan temen aku yang nge reply sw an aku tadi. Dan, di akhir pengakuannya itu dia bilang kalo dia sebenernya udah ketrima kedokteran di univ swasta cuman dia gak mau nerusi disana, bilangnya sih cuman bentar doang masuk terus keluar. Nah, kalimat pernyataannya ini yang ngebuat aku semakin penasaran, di benak aku cuman bilang hah, sekaya apasih orang tuanya sampe" kuliah kedok swasta di tinggalin begitu aja. Kalian pasti taulah seberapa mahal kedo di univ swasta, ya kalo kalian belum tau bisa searching sendirilah intinya sampelah dua ratus jutaan atau bahkan lebih. 
    Semakinlah aku penasaran, dan setelah menguak- menguak faktanya.. ternyata...ah, sudahlah semua keluarga punya aib masing-masing yang gak boleh diceritakan. Disini aku cuman mau ngebahas kebohongannya. Sebenernya banyak sih hal bohong berikutnya yang dia lontarin ke aku, cuman yang setelah-setelah itu emang agak sensitive jadi cukup buat aku aja. Oh, iya..fyi si Vn ini kan tadi adek kelasnya temen aku, so, temen aku juga gak tau kalo dia juga dibohongin ama si Vn perihal dia kuliah dimana dan jurusannya apa. Dan, temenku ini baru tau kenyatannya gegara aku ngaduin hal ini ke dia. Ya, maksud aku bukan untuk mengadu domba cuman ya biar dia tau aja kejelasannya gimana.
    Setelah beberapa kali aku tanyakan mengenai apa alasan si Vn ini berbohong, dan dia cuman menjawab kalo dia pengen banget masuk kedokteran. Bagi aku alasan semacam itu benar- benar gak logis banget, tapi ya di balik alasan-alasan lainnya dia berbohong kita do'ain aja semoga dia benar-benar masuk kedokteran tahun ini. Aamiin.
                                                                        ***
    Next. Kita bahas perihal kebohongannya ya..
    Hampir seluruh manusia pernah melakukan kebohongan meskipun itu hal yang sederhana. Banyak faktor mengapa seseorang itu berbohong, seperti halnya adanya faktor pribadi, faktor sosial, dsb. Yang menurut si "pembohong" ia akan merasa aman ketika melakukan suatu kebohongan demi menutupi suatu kejadian dalam hidupnya. Tapi, beberapa penelitian mengatakan bahwa tak kemungkinan besar perasaan aman itu hanya bisa dirasakan pada waktu- waktu pertama akan tetapi, ia akaan merasakan kecemasan, ketakutan, kekhawatiran dan kegelisahan yang terus menerus akibat perilakunya tersebut. Kepiawaian seseorang untuk berbohong itu terjadi ketika seseorang telah melakukan kebohngan yang terus menerus, dan akibatnya berbohong menjadi suatu hal yang lumrah dan pasti akan dilakukannya setiap saat tanpa perasaan bersalah. Kenapa begitu? Pada saat seseorang melakukan suatu kebohongan pertama kali dalam hidupnya, bagian otak yang berperan dalam hal ini adalah bagian amigdala yang berfungsi sebagai pengaturan emosi, tingkah laku, dan memotivasi seseorang. Kebohongan pertama, memungkinkan amigdala untuk menolak respon hal ini akan tetapi jika dilakukan terus menerus maka amigdala akan menerima perilaku tersebut. Seperti halnya sebuah kecerdasan, disebut cerdas apabila suatu pekerjaan itu dilakukan secara terus menerus sehingga membentuk saraf yang tebal pada otak. Allah SWT, sangatlah sempurna ketika menciptakan setiap lini organ pada tubuh manusia. Otak misalnya, di bagian ini segala tingkat laku manusia dibentuk.Akan tetapi, pada dasarnya otak dan diri manusia akan mengalami denial pada suatu hal yang dianggapnya buruk dan tidak sesuai. Memang manusia dianugerahi berbagai macam karakter dan kepribadian yang antara satu individu dan individu lainnya tidaklah sama. Akan tetapi, jika dipelajari sesuai dengan disiplin keilmuan saraf maka akan ditemukan titik terang yang menjelaskan bahwasannya "bohong" bukan merupakan sifat alamiah manusia, namun sifat ini ada karena di bentuk. Pernyataan ini selaras dengan apa yang saya jelaskan di atas bahhwa pada dasarnya otak tidak mengilhami adanya sifat yang menyimpang bagi diri seseorang namun karena tabiat manusia yang lebih sering memakani ego ketimbang mempertimbangkan logika maka, sifat-sifat buruk dan tercela ini menjadi watak bagi seseorang.
    Kebohongan yang dilakukan terus menerus, tidak mungkin tidak menimbulkan suatu akibat. Bahkan kebohongan tingkat "akut", banyak ilmuan psikologi memasukkannya dalam kategori patologis. Penyakit "berbohong" ini bisa jadi dipicu oleh adanya gangguan mental pada suatu individu seperti halnya gangguan kepribadian atau obsesif. Penyakit suka berbohong ini disebut dengan "Mythomania syndrome", yang memberikan ciri-ciri bahwa pembohong juga memercayai kebohongan yang dilakukan, lebih mudahnya dijelaskan bahwasannya pengidap mythomania ini kerap kali tidak bisa membedakan antara fantasi- fantasi yang membangun kebohongannya dengan kenyataan yang sedang dialamainya saat ini.  Hal ini muncul ketika seseorang kerap kali melakukan kebohongan dalam segala hal dan hampir seluruh hidupnya dipenuhi oleh kebohongan- kebohongan, meskipun beberapa melakukan kebohongannya tidak untuk mencari keuntungan. Yang terpenting pada dirinya yaitu mendapatkan pengakuan dari orang lain atas "kenyataan" yang ingin wujudkannya sebagai pelarian dari kenyataan pada dirinya yang sebenarnya tidak ingin ia terima.  Walaupun begitu, tidak semua orang berbohong bisa dikategorikan mengidap penyakit ini, tersebab memang banyak kategori- kategori penyakit berbohong lainnya yang bisa dibilang kadarnya lebih rendah ketimbang "mythomania syndrome" ini. Beberapa ciri seseorang yang mengidap penyakit mythomania syndrome:
1. cerita yang mereka katakan terdengar sangat nyata dan mereka menceritakan sesuatu berdasarkan kisah nyata orang lain.
2. kecenderungan mereka membuat cerita yang bersifat permanen dan stabil.
3. kebohongan tidak dilakukan untuk mendapatkan suatu keuntungan material.
4. cerita yang mereka buat biasanya berkatian dengan institusi. Dan masih banyak lagi ciri- ciri lainnya yang mengindikasikan seseorang itu telah mengidap penyakit bohong ini.
Ciri- ciri yang mengenai adanya rasa kurang percaya diri, menutupi kesalahan yang dilakukan, keinginan untuk meraup suatu keuntungan dan menutupi suatu hal akan dirinya ini masih tergolong dalam ciri- ciri kebohongan biasa. Akan tetapi , tidak menutup kemungkinan jika dilakukan secara terus menerus tanpa adanya pemulihan diri maka tetap saja bisa menjadi patologis kebohongan.
    Banyaknya kasus anxiety, juga disumbang dengan banyaknya kebohongan-kebohongan yang dilakukan suatu idnividu, maksudnya ketika seseorang melakukan kebohongan tidak menutup kemungkinan ia akan selalu dihantui kecemasan dalam hidupnya.
    Dalam agama Islam sendiri telah mengatur terhadap hal- hal yang semacam ini, hadist Nabi SAW telah menjelaskan perihal penyimpangan ini.
Rasulullah SAW bersabda: "Berpegangteguhlah pada kejujuran karena kejujuran membawa kebaikan dan kebaikan itu membawa kepada surga. Dan sesungguhnya seseorang senantiasa berbuat jujur dan memilih kejujuran hingga ia dicatat disisi Allah sebagai orang yang jujur." HR. Muslim.
Dan masih banyak hadis-hadis mengenai hal ini. Sebagaimana Nabi SAW juga tidak pernah mencontohkan hal-hal dusta kepada umatnya.
    Jika telah merasa ada benih- benih penyakit kompulsif ini maka segeralah berbenah diri, hadirkan psikolog agar mempermudah pemulihan.
                                                                            ***
    Terlepas apapun alasan dibalik kebohngan yang kita perbuat, lebih baik jika kita selalu menjadi apa adanya. Meskipun itu dalam hal yang genting sekalipun, karena justru jika kita kuat dalam menghadapi Allah akan siapkan kejutan-kejutan pada kita kelak. Terkadang alasan terkuat kita berbohong yaitu adanya keinginan agar oang lain memandang kita sebagai seseorang yang "wah", padahal jika kita bisa nilai seseorang yang berteman atas nama Allah tidak pernah sekalipun memandang harta, jabatan yang kita punya, berarti bisa kita tarik benag bahwa mereka yang kerap kali menomor satukan kedudukan dalam hal pertemanan maka pertemanan itu tidak berdasarkan nama Allah SWT. Berbohong kepada orang lain berarti sama seja dengan kita membohongi diri kita sendiri, dari pada kita terus terusan di kejar rasa bersalah akibat kebohongan yang kita perbuat, maka lebih baik untuk mengatakan kejujuran karena meskipun itu pahit tapi hal itu sangat melegakan. Yuk sama-sama menjadi baik!
    Terimakasih telah membaca, semoga bermanfaat!..
Wassalamualaikum wr.wb


Komentar

Postingan Populer